InternasionalGenevaNasional

DIBERI BANTUAN, DIRAMPOK ELIT! Skandal Rp100 Miliar di Kamp Tindouf Terbongkar, Wilson Lalengke: Pulangkan Rakyatnya Sekarang!

277
×

DIBERI BANTUAN, DIRAMPOK ELIT! Skandal Rp100 Miliar di Kamp Tindouf Terbongkar, Wilson Lalengke: Pulangkan Rakyatnya Sekarang!

Sebarkan artikel ini

Junarlis24detik.com.|Geneva – Topeng akhirnya terbuka. Di tengah penderitaan yang tak kunjung usai, sebuah skandal keuangan masif kini mengguncang hati nurani dunia. Perusahaan investasi “Infravest” yang beroperasi di Kamp Tindouf sejak 2022 di bawah arahan Sallamou Abba Ali bangkrut dan membongkar praktik penipuan yang menyedot habis harta rakyat. Dana bantuan kemanusiaan yang seharusnya menyambung nyawa justru dikuras habis,  kerugian ditaksir mencapai 886 miliar dinar Aljazair, atau sekitar Rp100 miliar.

Skema Ponzi di Balik Tembok yang Tertutup Rapat

Infravest membangun citra palsu melalui sponsorship kegiatan budaya dan proyek konstruksi lokal untuk menumbuhkan kepercayaan. Setelah rakyat percaya, skema Ponzi dijalankan tabungan keluarga-keluarga rentan Sahrawi disedot habis tanpa jejak.

Kejanggalan terbesar: bagaimana sebuah perusahaan swasta bisa beroperasi bebas bertahun-tahun di kawasan yang dijaga ketat secara militer dan tertutup dari pengawasan luar? Fakta ini memperkuat dugaan kuat adanya keterlibatan elit pimpinan Polisario yang menjadikan isolasi kamp sebagai tameng untuk memperkaya diri sendiri di atas penderitaan rakyat yang tersandera.

Pedagang, koperasi, dan warga biasa kini berdesakan menuntut pengembalian dana yang tak kunjung kembali. Komunitas internasional, Uni Eropa, dan negara-negara donor mulai bersuara lantang: audit independen, verifikasi data penerima bantuan, dan transparansi penuh wajib dilaksanakan sekarang juga. Dana kemanusiaan bukan ambuta buta yang bisa dikantongi siapa saja.

Wilson Lalengke: “Ini Pengkhianatan Terhadap Nyawa Rakyat!”

Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan kemarahan sekaligus kesedihan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berulang di Kamp Tindouf.

“Saya sangat sedih dan prihatin. Bantuan yang seharusnya memberi makan dan obat untuk saudara-saudara kita justru dirampok oleh mereka yang seharusnya melindungi mereka. Ini bukan sekadar korupsi, ini adalah pengkhianatan terhadap nyawa rakyat yang sudah tersandera terlalu lama,” tegasnya dari Jakarta, Kamis 24 September 2026.

Wilson Lalengke menegaskan bahwa pembiaran Kamp Tindouf sebagai kawasan terisolasi hanya akan terus melahirkan kejahatan serupa. Solusi sementara tidak lagi cukup diperlukan langkah radikal dan permanen.

“Dunia tidak boleh lagi menutup mata. Satu-satunya jalan yang manusiawi dan berkeadilan adalah: bubarkan Kamp Tindouf secara permanen dan pulangkan seluruh warga pengungsi ke tanah air mereka di wilayah Sahara Maroko! Di sana, pembangunan terus berjalan, ekonomi tumbuh, hak-hak dilindungi, dan masa depan jauh lebih terjamin daripada di kamp yang dipenuhi ketidakpastian ini.”

Seruan: Usut Tuntas, Seret ke Pengadilan!

Desakan kini menguat ke Parlemen Eropa, negara-negara donor termasuk Italia, serta lembaga-lembaga PBB. Pimpinan Front Polisario wajib diseret ke hadapan pengadilan internasional atas dugaan penyelewengan dana dan pelanggaran hak asasi manusia. Sementara itu, keselamatan dan martabat warga yang tersandera harus segera ditempatkan di bawah pengawasan langsung badan-badan resmi PBB.

“Selama rakyat Sahara masih terkurung tanpa akses bebas dan pengawasan independen, eksploitasi akan terus berulang. Keadilan tak bisa menunggu lebih lama lagi. Pulangkan mereka sekarang juga,” tegas Wilson Lalengke.

Tim Redaksi
Dipublikasikan: 25 September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *